Senin, 04 Mei 2020


Oven Memmert merupakan produsen alat laboratorium yang memiliki spesialisasi untuk produk-produk oven dan incubator. Memmert merupakan perusahaan yang berasal dari Jerman. Alat laboratorium oven merupakan salah satu alat laboratorium yang penting, fungsinya untuk memamaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya. Oven Memmert merupakan salah satu produsen oven yang sudah terkenal di dunia begitu juga di Indonesia.


Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

Cara Menggunakan Oven Memmert :
  1. Hubungkan dengan sumber listrik.
  2. Masukkan alat/objek  yang akan dikeringkan, atur dengan rapi lalu tutup pintu dengan rapat.
  3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON, lampu indikator akan menyala (merah dan kuning).
  4. Atur temperatur suhu dan waktu yang diinginkan : Bila suhu 1700C, atur waktu 1 jam.  Bila suhu 1600C, atur waktu 2 jam.  Bila suhu 1500C, atur waktu 2,5 jam.  Bila suhu 1400C, atur waktu 3 jam.
  5. Bila waktu yang diatur telah selesai, pengatur waktu secara otomatis kembali ke nol.
  6. Biarkan alat/objek dingin, lalu keluarkan bahan dan alat yang disterilkan/dikeringkan.

Cara Perawatan Oven Memmert Pemeliharaan dan hal-hal yang perlu di perhatikan;
  1. Susun alat-alat seperti gelas ukur dll serapih mungkin.
  2. Apabila pemanasan diatas suhu 1000C, tidak boleh memasukkan alat/bahan yang terbuat dari karet, plastic atau bahan yang mudah rusak.
  3. Jangan mengeringkan pipet ukur dan labu ukur karena volume akan berubah.
  4. Catat waktu dan suhu/temperature setiap kali alat dijalankan.
  5. Alat harus bersih dan bebas debu.
  6. Alat-alat yang akan disterilkan di bungkus dengan kertas sampul atau Aluminium voil, bertujuan untuk menjaga dan melindungi bahan yang ada didalam gelas reaksi agar tidak terkontaminasi.

Apakah Anda sudah mengerti dengan penjelasan diatas? Terimakasih atas kunjungan Anda, tadi adalah contoh alat yang kami jual, jika Anda berminat silahkan hubungi kami disini.

  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id

Tags : Incubator LaboratoriumIncubator Laboratorium BinderContoh IncubatorIncubator labFungsi Incubator LaboratoriumInkubator LaboratoriumDrying Oven Binder ED 23, Kegunaan Incubator, Alat – Alat BiologiGold Meter, Fungsi DesikatorFungsi Moisture MeterDesiccator Auto DryDissolved Oxygen MeterOven Binder, Fungsi DensimeterFungsi MED-01 Medical Packaging Tester labthinkLarutan BufferFungsi IncubatorGold TesterTimbangan LaboratoriumPreparat Mikroskop, Quick Digital Gauge, laquatin water quality checkerFungsi AutoclaveThermohygrometerAuto tensile testerLaboratory spatulaAmonium AsetatPH MeterWater BathWater Vapor RateThickness TesterClimatic ChamberApa itu PiknometerPengukuran Air Permeabilitas UapCara menggunakan Oven BinderSalt meter

Rabu, 29 April 2020


Oven laboratorium adalah salah satu alat laboratorium yang memiliki fungsi cukup penting, fungsin Oven laboratorium ini untuk memanaskan atau juga bisa mengeringkan alat-alat laboratorium dan objek-objek lainnya. Di Dunia Produk Memmert adalah salah satu produsen oven yang sudah terkenal termasuk di Indonesia.

Umumnya pemakaian digunakan untuk mengeringkan gelas laboratorium, zat-zat kimia dan pelarut organik dan dapat juga digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.

Tidak semua gelas laboratorium dapat dikeringkan menggunakan oven, hanya beberapa gelas dengan spesifikasi tertentu yang dapat dikeringkan, yaitu gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan bagi gelas dengan ketelitian yang tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Jika alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dikeringkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat rusak atau ketelitiannya tidak lagi akurat. Biasanya alat gelas yang memiliki ketelitian tinggi menggunakan desikator untuk mengeringkannya.

Deskripsi Memmert Oven Laboratorium UN 55 53L

Spesifikasi

- Set temperature range in C min. 5C above ambient up to +300C
- Temperature 1 Pt100 sensor DIN class A in 4-wire-circuit
- Internals 1 stainless steel grid(s), electropolished
- Interior easy-to-clean interior,made of stainless steel, reinforced by deep drawn ribbing with integrated and protected large-area heating on four sides
- Volume 53 l
- Convection : natural convection

Cara penggunaan alat laboratorium

Oven laboratorium relatif mudah penggunaannya. Namun sebelumnya perlu kita diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematikan kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas.

Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET. Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.

Perawatan alat laboratorium

Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka. Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

Apakah Anda sudah mengerti dengan penjelasan berikut? Terimakasih atas kunjungan Anda, tadi adalah contoh alat yang kami jual, jika Anda berminat silahkan hubungi kami disini.

  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id


Oven laboratorium atau drying oven merupakan alat yang digunakan untuk sterilisasi atau pembersihan dengan menggunakan udara kering.

Alat sterilisasi ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti Erlenmeyer, Petridish (cawan petri), tabung reaksi dan gelas lainnya. Bahan-bahan seperti kapas, kain dan kertas juga dapat disterilkan dalam oven tetapi dalam temperatur tertentu, pada umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi cara kering adalah sekitar 140-1700C selama paling sedikit 2 jam. Perlu diperhatikan bahwa lamanya sterilisasi tergantung pada jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas.

Secara umum digunakan sebagai perlengkapan dalam laboratorium mikrobiologi, Inkubator memiliki fungsi yang sama dengan water bath yaitu sebagai alatinkubasi pada analisa mikrobiologi. Inkubator adalah alat yang digunakan untukmenciptakan suhu stabil dan konstan.

Suhu inkbator dipengaruhi oleh adanya perubahansuhu pada suhu ruang. Oleh karena itu, perubahan suhu ruang perlu diawasi terutama saatterjadi perubahan musim.Perinsip dari oven ini sendiriadalah menghancurkan lisis mikroba menggunakanudara panas kering .

Cara Penggunaan

1. Hubungkan  Oven Binder dengan sumber listrik
2. Masukkan peralatan laboratorium yang ingin disterilisasi kemudian atur dengan rapi dan tutup pintu oven dengan rapat.
3. Hidupkan Drying Oven dengan menekan tombol ON, kemudian lampu di drying oven akan berkedip.
4. Atur suhu dan waktu yang diinginkan pada drying oven. Jika peralatan terbuat dari plastic, dan bahan yang mudah berubah volume seperti pipet ukur dan labu ukur sebaiknya suhu tidak melebihi 100°C.
• Bila suhu 1700C, atur waktu 1 jam
• Bila suhu 1600C, atur waktu 2 jam
• Bila suhu 1500C, atur waktu 2,5 jam
• Bila suhu 1400C, atur waktu 3 jam
5. Bila waktu yang diatur telah selesai, pengatur  waktu secara otomatis kemali ke nol
6. Setelah selesai biarkan terlebih dahulu peralatan laboratorium mendingin didalam oven, setelah mendingin keluarkan peralatan laboratorium dan tata kembali peralatan laboratorium dengan rapi.
7. Jangan lupa mencabut kabel oven dari sumber listrik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

 
Butuh Oven Laboratoriumz Berkualitas Dengan Harga Terjangkau?
Silahkam Hubungi Kami Disini :
  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id


Selasa, 21 April 2020


Inkubator adalah Sebuah majalah yang diterbitkan di Inggris selama Perang Dunia II memaparkan sebuah inkubator sebagai "kotak kayu, air panas, dan tirai". Salah satu metode inkubasi yang pertama dicatat termasuk penggunaan panas pupuk busuk untuk menghangatkan telur.



Orang Mesir memiliki metode inkubasi yang lebih baik yang menggunakan bangunan silinder yang memiliki api di bagian bawah bangunan. Benda yang diinkubasi ditempatkan pada kerucut terbalik yang sebagian tertutup abu. Benda diletakkan di keranjang anyaman yang ada di atas abu. Bangunan itu juga memiliki atap yang memungkinkan asap melayang.

Pada 400 SM Mekanisme inkubasi tidak ditemukan sampai tahun 1749 oleh Reamur di Paris, Prancis. Lyman Byce menciptakan inkubator lampu batubara pada tahun 1879.  Mesin komersial pertama dibuat oleh Hearson pada tahun 1881. 

Inkubator adalah alat yang mensimulasikan panas/kalor kedalam sebuah ruang tertutup untuk tujuan inkubasi , inkubasi ini dapat diterapkan pada benda atau makhluk hidup, dengan menjaga agar suhu tetap terjaga semisalnya untuk menghangatkan telur dan dalam kelembaban yang benar, dan jika perlu untuk mengubahnya, untuk menetasnya. Reginald Carl A. Sanchez menemukan inkubator ini untuk telur meskipun tidak ada ayam betina yang menetasnya.

Inkubator modern bekerja secara elektrik dengan termostat. Inkubator dapat digunakan di rumah pertanian, seperti fasilitas pembudidayaan ayam, atau dapat ditemukan di kelas umum bagi siswa untuk mengamati telur di dalam dan saat menetas. Beberapa inkubator industri cukup besar untuk menampung hingga 124,416 butir telur,  sementara beberapa unit lainnya hanya bisa menampung beberapa butir telur.

Gaya inkubator yang berbeda mencakup hal-hal berikut:
  • Inkubator setter
  • inkubator hatcher
  • kombinasi inkubator

Inkubator adalah alat yang digunakan untuk kondisi lingkungan, suhu dan kelembaban yang perlu dikendalikan. Hal ini digunakan untuk menumbuhkan kultur bakteri, menetas telur secara artifisial, atau memberikan kondisi yang sesuai untuk reaksi kimia atau biologis.

Inkubator ini tercatat menetas tidak hanya telur burung, tapi juga digunakan untuk menetas telur reptil. Hal ini memungkinkan janin di dalam telur tumbuh tanpa ibu yang perlu hadir untuk memberikan kehangatan. Telur ayam direkam untuk menetas setelah sekitar 21 hari, namun jenis burung lain bisa memakan waktu lebih lama atau lebih singkat.

Inkubator seharusnya dapat mengatur lingkungan dan kondisi telur yang sempurna untuk diinkubasi karena mengatur faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, dan mengubah telur bila diperlukan. Hal ini agar telur diinkubasi dengan baik karena berperan sebagai induk ayam dalam keadaan alami. Inkubator juga memungkinkan telur untuk menetaskan sekaligus menghilangkan ancaman eksternal yang mungkin bisa membahayakan telur.

Tujuan manajer penetasan modern adalah menghasilkan sejumlah besar anak ayam umur yang seragam dan tangguh. Robustness adalah kriteria kesehatan, yang berasal dari tahap kehidupan embrio ayam - dan berhubungan langsung dengan kinerja dan ketahanan anak ayam individu di bawah kondisi peternakan yang berbeda. Ada kemungkinan untuk mengerami berbagai spesies burung pada saat bersamaan dalam inkubator yang sama. Ini juga digunakan untuk memelihara burung.


Apakah Anda sudah mengerti dengan penjelasan berikut? Terimakasih atas kunjungan Anda, tadi adalah contoh alat yang kami jual, jika Anda berminat silahkan hubungi kami disini.

  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id


Senin, 20 April 2020

Oven laboratorium adalah salah satu alat laboratorium yang memiliki fungsi cukup penting, fungsin Oven laboratorium ini untuk memanaskan atau juga bisa mengeringkan alat-alat laboratorium dan objek-objek lainnya. Di Dunia Produk Memmert adalah salah satu produsen oven yang sudah terkenal termasuk di Indonesia.

Umumnya pemakaian digunakan untuk mengeringkan gelas laboratorium, zat-zat kimia dan pelarut organik dan dapat juga digunakan untuk mengukur kadar air. Suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu tanur yaitu berkisar antara 105ºC.
Tidak semua gelas laboratorium dapat dikeringkan menggunakan oven, hanya beberapa gelas dengan spesifikasi tertentu yang dapat dikeringkan, yaitu gelas dengan ketelitian rendah. Sedangkan bagi gelas dengan ketelitian yang tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven.
Jika alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dikeringkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat rusak atau ketelitiannya tidak lagi akurat. Biasanya alat gelas yang memiliki ketelitian tinggi menggunakan desikator untuk mengeringkannya.

Cara penggunaan alat laboratorium

Oven laboratorium relatif mudah penggunaannya. Namun sebelumnya perlu kita diketahui fungsi dari beberapa tombol yang terdapat pada oven tersebut. Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven. Selain itu terdapat tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas. Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas.
Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan. Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.
Dalam penggunaan oven, setelah pintu oven dibuka, alat yang ingin dikeringkan dimasukkan kedalam oven dan pintu ditutup kembali. Setelah itu, tombol POWER ditekan, kipas dinyalakan dan kecepatan kipas juga diatur. Kemudian set suhu dengan menekan tombol SET.
Layar SV akan menunjukkan suhu yang diinginkan. Tunggu hingga layar PV menunjukkan suhu yang hampir sama dengan layar SV. Lalu oven dimatikan dengan menekan tombol POWER. Alat dikeluarkan dari dalam oven.
Perawatan alat laboratorium

Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka.
Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.
Apakah Anda sudah mengerti dengan penjelasan berikut? Terimakasih atas kunjungan Anda, tadi adalah contoh alat yang kami jual, jika Anda berminat silahkan hubungi kami disini.
  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id


Minggu, 19 April 2020

 
 
Coronavirus telah menyerang ribuan orang di berbagai negara dan menelan ratusan korban jiwa. Agar tidak terkena penyakit infeksi yang sedang mewabah ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona.
Penyebab dari wabah ini adalah coronavirus jenis baru yang disebut dengan novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Penyakit ini termasuk dalam golongan virus yang sama dengan virus penyebab severe acute respiratory syndrome (SARS) dan Middle-East respiratory syndrome (MERS).
Infeksi virus Corona yang disebut COVID-19 ini pertama kali terjadi di kota Wuhan, China dan sekarang telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona


Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin.
Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia).
Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan social distancing.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker

Banyak yang menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus Corona, padahal masker tersebut belum tentu efektif. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
Beberapa informasi menyebutkan bahwa berjemur di bawah sinar matahari juga dapat mencegah infeksi virus Corona. Sayangnya hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Tidak pergi ke negara terjangkit

Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus, baik di luar maupun dalam negeri.
Anda juga disarankan untuk melakukan physical distancing dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter saat berinteraksi dengan orang lain dan hindari bepergian ke tempat yang ramai. Selama di rumah, Anda juga perlu rutin membersihkan rumah guna mengurangi risiko tertular virus Corona.

5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus

Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut.
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.
Butuh APD berkulitas dan terjangkau?
Bisa Hubungi Kami Disini :
Our Office : Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit
Phone : 0816 1740 8900
Fax : (021) 8690 6781
E-mail : sales@anm.co.id
Website : http://www.anm.co.id

Selasa, 07 April 2020

Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air. Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah.
 
 
Sedangkan untuk alat gelas dengan ketelitian tinggi tidak dapat dikeringkan dengan oven. Apabila alat gelas dengan ketelitian tinggi tersebut dimasukkan ke dalam oven, maka alat gelas tersebut akan memuai dan berakibat ketelitiannya tidak lagi teliti. Biasanya digunakan desikator untuk mengeringkannya.
Prinsip kerja oven yaitu sterilisasi melalui mekanisme konduksi panas. Panas bakal diabsorbsi oleh permukaan luar yang disterilkan sesudah itu merambat kebagian didalam dari permukaan sampai terhadap selanjutnya suhu sterilisasi tercapai sehingga mikroorganime mati melalui mekanisme oksidasi sampai terjadinya koagulasi protein sel mikro organisme.

Fungsi Oven 

  • Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan untuk mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.
  • Untuk sterilisasi dengan menggunakan udara kering. Alat sterilisasi ini dipakai untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti Erlenmeyer, Petridisk (cawan petri), tabung reaksi dan gelas lainnya. Bahan-bahan seperti kapas, kain dan kertas juga dapat disterilkan dalam oven tetapi dalam temperatur tertentu, pada umumnya temperatur yang digunakan pada sterilisasi cara kering adalah sekitar 140-170oC selama paling sedikit 2 jam. Perlu diperhatikan bahwa lamanya sterilisasi tergantung pada jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas.

Komponen Oven

  • Tombol POWER adalah tombol yang digunakan untuk menghidupkan ataupun mematikan oven.
  • Tombol untuk menyalakan atau mematiakn kipas.
  • Knop berwarna biru berfungsi untuk menaik turunkan kecepatan putaran kipas.
  • Pada bagian depan oven terdapat 2 layar yang menunjukkan suhu. Layar PV menunjukkan suhu alat sedangkan layar SV menunjukkan suhu yang diinginkan.
  • Tombol SET, UP (panah keatas) dan DOWN (panah kebawah) digunakan untuk mensetting suhu yang diinginkan. Dapat pula untuk mensetting waktu.

Cara Kerja Oven

  1. Hubungkan dengan sumber listrik
  2. Masukkan alat yang akan dikeringkan, atur dengan rapi lalu tutup pintu dengan rapat
  3. Hidupkan alat dengan menekan tombol ON, lampu pilot akan menyala ( merah dan kuning)
  4. Atur temperatur suhu dan waktu yang diinginkan
  • Bila suhu 170oC, atur waktu 1 jam
  • Bila suhu 160oC, aturwaktu 2 jam
  • Bila suhu 150oC, atur waktu 2,5 jam
  • Bila suhu 140oC, atur waktu 3 jam
Bila waktu yang diatur telah selesai, pengatur waktu secara otomatis kembali ke nol) Biarkan dingin, lalu keluarkan bahan dan alat yang disterilkan/dikeringkan.

Perawatan Oven

Oven yang baik adalah oven yang selalu dirawat. Sebelum oven digunakan bersihkan semua aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian dalam dibersihkan dengan lap lembut dalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar dapat dibersihkan dengan lap basah.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan menggunakan alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven. Jagalah agar selalu ada jarak minimal 1” antara bagian atas dan bagian elemen pemanas. Jangan sekali-sekali menggunakan oven dalam keadaan pintu terbuka.
Hindari seringnya membuka pintu oven saat sedang digunakan, hal ini menimbulkan panas dalam oven berkurang. Selalu gunakan gegep untuk mengambil peralatan dari dalam oven. Hentikan pemakaian oven bila terlihat asap pada kabel listrik. Segera cabut steker dari stopkontak.

Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Menggunakan Oven

  • Alat-alat gelas disusun rapi dan teratur
  • Apabila pemanasan diatas suhu 1000C, tidak boleh memasukkan alat/bahan yang terbuat dari karet, plastic atau bahan yang gampang rusak
  • Jangan mengeringkan pipet ukur dan labu ukur karena volume bakal berubah
  • Catat waktu dan suhu/temperature tiap-tiap kali alat dijalankan
  • Alat mesti bersih dan bebas debu
  • Alat-alat yang bakal disterilkan di bungkus dengan kertas sampul atau Aluminium voil,bertujuan untuk menjaga dan menjaga bahan yang tersedia didalam gelas reaksi agar tidak terkontaminasi.
  • Oven yang baik adalah oven yang selamanya dirawat. Sebelum oven digunakan membersihkan seluruh aksesori dan rak tatakan. Selalu pastikan steker oven sudah dicabut dan oven sudah dingin sebelum akan dibersihkan. Buka pintu oven dan bagian didalam dibersihkan dengan lap lembut didalam air panas atau detergen. Zat abarsif jangan digunakan untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen pemanas. Bagian luar mampu dibersihkan dengan lap basah.

Cara Kalibrasi Oven

Secara berkala laksanakan pemeriksaan suhu dengan memanfaatkan thermometer. Cocokkan hasil yang di mampu pada suhu yang tercantum didalam oven dengan suhu yang ditunjukkan oleh thermometer standar.
Butuh oven laboratorium berkualitasdan terjangkau?
Ayo pesan disini dan dapatkan penawaran terbaik dari Kami.
 
 
Office  : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
Email  : sales@anm.co.id
Telp  : 0816-1740-8900 / (021)-8690-6782
Fax  : (021)-8690-6781
 
 

Minggu, 29 Maret 2020

Pernah mendengar bayi yang baru saja lahir diletakkan ke dalam sebuah alat inkubasi untuk dihangatkan? Seperti apakah cara kerjanya sehingga alat tersebut dapat menghantarkan panas? Bagaimana dengan incubator yang kamu temui di laboratorium kimia ataupun mikrobiologi apakah sama?
 
Jika dilihat dari bentuknya memang antara incubator bayi dan incubator laboratorium memiliki kesamaan dalam nama, tetapi dilihat dari bentuknya terlihat sangat berbeda.Dilihat dari kegunaannya incubator pada bayi seperti sebuah wadah tertutup dengan suhu yang dapat kita control sesuai kebutuhan,agar menghasilkan panas yang dapat diserap oleh jaringan kulit bayi,dengan desaign yang sudah dirancang sebagai life support untuk bayi, baik itu premature maupun bayi normal.
 
Sedangkan incubator untuk laboratorium secara sekilas hampir mirip dengan oven, Siapa yang bekerja di laboratorium sebuah rumah sakit? Apakah sudah memiliki oven dan incubator? Lalu bagaimanakah peletakkan dari instrumen incubator dan oven yang kalian miliki, apakah berdekatan ataupun terletak dalam ruangan berbeda, dan apakah yang membedakan?.
 
Secara kasat mata terlihat hampir mirip ditambah fitur-fitur pengaplikasian yang hampir sama tetapi berbeda cara penggunaan dan fungsinya dalam bekerja. Oven yang ada di laboratorium sebenarnya memiliki kesamaan terhadap autoclave, meskipun secara fisik memang terlihat berbeda, Oven memiliki fungsi untuk mensterilkan alat-alat kerja di laboratorium.
 
Lalu apakah perbedaan dengan autoclave? Bukannya ia juga memiliki kesamaan untuk mensterilisasi alat kerja pada laboratorium? Yang membedakan adalah autoclave melakukan fungsinya untuk mensterilisasai dengan memanfaatkan panas dari uap air, sedangkan oven kebalikannya alat ini mesterilisasi alat laboratorium tidak menggunakan uap air, melainkan memanfaatkan panas dari udara. 
 
Udara diakumulasi dalam suatu alat untuk menghantarkan panas melalui energy listrik , sehingga sangat berpengaruh apabila kita bekerja menggunakan sebuah oven lalu tidak menutupnya dengan rapat, alhasil suhu pada alat akan terus turun dan kinerja alat untuk mensterilkan bisa menurun karena akan ada hawa udara yang masuk melalui celah-celah kecil, olehnya penggunaan setiap instrument laboratorium tidak dapat sembarangan , diperlukan training refresh setiap perbulan untuk memastikan kinerja mengurangi human error.
 
Sedangkan incubator, dilihat dari sisi yang dijelaskan di awal alat ini berperan dalam menginkubasi atau menggerami dengan menggunakan suhu yang juga terkontrol agar dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Oven biasa dijumpai di laboratorium kimia sedangkan Incubator sering dijumpai di laboratorium mikrobiologi. Mengapa? Apakah manfaat alat ini sangat dibutuhkan di bagian mikrobiologi?
 
Hal inilah yang akan kita ulik secara singkat tentang apakah itu incubator? Bagaimana cara kerja dia mengantarkan panas untuk menumbukan atau menginkubasi sampel bakteri,mikroba, dll? Serta kualitas kinerja alat ini menjadi salah satu alat yang harus ada dalam laboratorium mikrobiologi.

 Mengenal Incubator Laboratorium

mengenal-incubator-laboratorium
 
Incubator adalah sebuah perangkat berbentuk kubus ,yang digunakan untuk menginkubasi, menggerami atau mengembangbiakkan bakteri ataupun sel mikroba lainnya dengan memanfaatkan suhu dan kelembapan yang dapat dikontrol sesuai kebutuhan.Suhu yang dihasilkan bervariasi sesuai kebutuhan dimana rentang pengaturan suhu inkubator adalah mulai dari ±5°C hingga 70°C (derajat celcius). Tetapi pertumbuhan kuman berbeda-beda tetapi suhu optimal yang digunakan dalam penginkubasian media ada pada suhu 37°C (derajat celcius).
 
Hampir sama dengan oven alat incubator memanfaatkan panas keing dari aliran udara yang dihantarkan melalui kinerja listrik. Sedangkan pada kelembapan ,ada beberapa jenis incubator yang memerlukan media air selama periode pertumbuhan mikroba. Lingkungan yang basah memperlambat dehidrasi pada medium sehingga menghindari kondisi lingkungan yang bias (Cappuccino & Sherman, 2001).
 
Inkubator yang lebih rumit juga dapat mencakup kemampuan untuk menurunkan suhu (melalui pendinginan), atau kemampuan untuk mengendalikan kelembaban atau tingkat CO2. Hal ini penting dalam budidaya sel mamalia, dimana kelembaban relatif biasanya> 95% dan pH yang agak asam dicapai dengan mempertahankan tingkat CO2 dari 5%. Aplikasi Timer juga kadang disertakan untuk memudahkan tenaga kerja laboratorium menagtur dan memprogram waktu yang dibutuhkan suatu kuman tertentu dengan suhu dan kelembapan yang mendukung, sehingga kuman yang dihasilkan dapat berkembang dengan baik dan dapat mendukung kinerja dari laboratorium mikrobiologi.
 
Kapasitas yang ditawarkan oleh incubator juga bervariasi,dimulai dari Variasi ukuran inkubator adalah berdasarkan volume seperti : 9.3L, 32L, 56L, 80L, 150L, dan 300L. Sehingga perlu disesuaikan antara berapa banyak sampel yang dapat dihasilkan dalam sehari, seberapa banyak penggunaan sampel yang akan diinkubasi per hari, serta berapa banyak media yang digunakan untuk melakukan uji mikrobiologi dalam satu pasien. Karena penentuan itulah yang mendukung incubator seperti apa,merk apa,kapasitas berapa dan manfaat lainnya yang diperlukan untuk tempat kita bekerja, serta peletakkan alat instrument harus diletakkan ditempat yang strategis dengan meja kerja ruang mikrobiologi.
 
Fungsi lain dari Incubator adalah perangkat yang menghantarkan panas suatu media dengan menggunakan sumber energy listrik serta dapat mempertahankan suhu sesuai dengan yang sudah diprogram oleh tenaga kerja laboratorium.
 
Berdasarkan kegunaannya secara khusus (Collins etal, 2004) Incubator dibagi menjadi beberapa sesuai fungsi dan kebutuhan kita sebagai tenaga kerja laboratorium, sehingga penting untuk mengetahui apa sajakah jenis incubator yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kita :
  1. Shaker incubator: inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
  2. Cooled incubator: inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
  3. CO2 incubator: inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
  4. Automatic temperature change incubator: inkubator yang dilengkapi dengan pengatur perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat membutuhkan perubahan suhu secara bertahap
  5. Portable incubator: inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan untuk mikrobiologi lingkungan. Incubator room: suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan keperluan dan syarat mikrobiologisnya.
Adapun jenis lain dari incubator adalah:
  1. Inkubator serbaguna (General Incubator)
  2. Inkubator 2 ruang (Dual Chamber Incubator)
  3. Inkubator BOD suhu rendah (Low Temperature BOD Incubator)
  4. Inkubator multi ruang (Multi Room Incubator)
  5. Inkubator Dingin Peltier (Peltier Cooled Incubator)
  6. Inkubator dengan Jaket CO2 (Air Jacket CO2 Incubator)
  7. Inkubator Goyang (g Incubator)
  8. Inkubator goyang multi-rak (Multi-Stack Shaking Incubator)
Seberapa berdampakkah alat incubator bagi seorang tenaga mikrobiologi? Alat incubator adalah salah satu alat yang krusial, karena dari alat inilah memudahkan para tenaga kerja di mikrobiologi untuk melakukan uji mikrobiologi baik itu kultur, penelitian,uji fermentasi,uji antibiotik,dll. Sehingga dapat membantu dokter untuk menegakkan diagnosa, memberikan resep obat, serta mengetahui langkah tindakan selanjutnya terhadap hasil mikrobiologi sesuai dengan jenis kuman yang telah diidentifikasi.
 
CARA KERJA INCUBATOR :
  • CARA MENYALAKAN INSTRUMENT INCUBATOR
  1. Dipastikan posisi alat incubator berada pada stop kontak dan dekat dengan meja kerja, Hubungkan kabel pada stop kontak yang tersedia.
  2. Ditekan tombol “ON” pada tampilan layar.
  3. Diatur suhu,waktu dan kelembapan sesuai dengan kebutuhan.
  4. Dibiarkan selama 1 hari, agar alat dapat beroperasional secara optimal.
  • CARA PENGGUNAAN INSTRUMENT INCUBATOR
  1. Dipastikan alat selalu dalam keadaan bersih, artinya tidak ada tumpahan media atau sejenisnya yang dapat mengotori rak atau membuat bau tidak sedapa pada alat, setiap pergantian shift lakukan pengecekan serta pembersihan alat.
  2. Disiapkan media yang akan diinkubasi sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati, seperti penulisan identitas yang benar.
  3. Dibuka alat incubator, diletakkan media ataupun tabung yang akan diinkubasi pada rak sesuai dengan ukuran dan kebutuhan. Serta penempatan media diletakkan dengan posisi tutup wadah berada dibawah.
  4. Diatur kembali waktu,suhu,dan kelembapan apabila dibutuhkan, apabila alat sudah diset sebelumnya dan tidak ada perubahan ,makan perubahan tidak perlu kembali dilakukan.
  5. Setelah sudah tersusun sesuai kebutuhan ditutup kembali alat incubator.
  6. Ditunggu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh masing-masing tenaga kerja laboratorium.
  • CARA PEMBERSIHAN INSTRUMENT INCUBATOR
Pembersihan pada alat incubator dapat dilakukan setiap pergantian shift ataupun jika jumlah pasien yang menggunakan uji inkubasi pada alat tidak terlalu banyak pembersihan dapat dilakukan setiap malam pergantian hari dengan menggunakan alcohol 70% lalu dibersihkan pada rak-rak ataupun dinding –dinding area incubator.
  • CARA MEMATIKAN INSTRUMENT INCUBATOR
  1. Bila proses Incubasi telah selesai, atau alat tidak sedang digunakan dalam jangak waktu tertentu sebaiknya alat dapat dimatikan dengan memastikan tidak ada media didalamya , serta tekan tombol “OFF” pada tampilan layar.
  2. Dilepaskan kabel pada stop kontak.
 
Incubator adalah alat yang digunakan untuk melakukan penginkubasian serta pemeliharaan kultur bakteri selama periode tertentu pada suhu dan kelembapan tertentu dengan tujuan untuk memantau kelangsungan proses pertumbuhan yang telah ditanamkan pada media agar sesuai dengan jenis kuman yang akan ditumbuhkan.
 
Dalam suatu kinerja laboratorium mikrobiologi prinsip yang diterapkan adalah bagaimana caranya suatu bahan uji yang sedang diidentifikasi jenis kumannya,ditanamkan pada suatu media agar-agar yang sudah ditambahkan nutrisi untuk menumbuhkan suatu mikroba lalu dieramkan untuk menunjukkan tumbuh/tidaknya suatu mikroba pada suatu sampel yang dicurigai dengan penggunaan alat incubator yang sudah disetting sesuai kebutuhan, apabila didapatkan hasil terjadi pertumbuhan bakteri pada suatu media yang ditanam berarti akan terjadi tindakan selanjutnya , sehingga dapat dilakukan uji antibiotic untuk penyembuhan.
 
Peranan tenaga kerja laboratorium mikrobiologi dalam menjaga kebersihan dan maintenance secara rutin membantu menjaga alat agar lebih awet dan tahan lama, melakukan pencatatan pada logbook alat incubator, serta re-training perlu dilakukan untuk mencegah human error.
 
 
Sumber : https://andarupm.co.id
 
 
Jika Anda memerlukan Inkubatir dan alat laboratroium lainnya silahkan hubungi kami disini.
  • Telp : 021 8690 6782
  • Fax : 021 8690 6781
  • Whats App : 0816 1740 8900
  • Email : sales@anm.co.id
  • Website : anm.co.id / Alatlabor.com


Tags Moisture Balance, Fungsi Heat Seal Tester, Fungsi Digital Torque Tester, Fungsi Gas Permeability Tester, Pengertian Mikroskop Binokuler, Alat Uji Tarik, Cara menggunakan Tabung Reaksi, Labu Kjeldahl, Fungsi Oil Conten Analyzer, Water Still Iwaki, Compact Conductivity meter LAQUAtwin B-771, Drying Oven Binder ED 23, Humidity tester, Prinsip Kerja Refraktometer, Apa itu Tensile Tester?, Fungsi Torque Tester, Tips Merawat Timbangan Digital, Berbagai jenis Pipet, Hot plate stirrer dan Stirrer bar, Wash Bottle, Fungsi PH Meter bagi kesehatan manusia, Pentingnya Oksigen untuk Tubuh, Thermohygrometer, Preparat Mikroskop, Cara Menggunakkan Oven Dengan Benar, Fungsi Mikroskop

Rabu, 25 Maret 2020

 

Apa Itu Mikrobiologi?

 


Mikrobiologi adalah  salah satu cabang dari disiplin ilmu biologi yang mengkaji makhluk hidup (organisme) berukuran terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang.

Objek kajiannya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan, walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup.

Mikrobiologi setara dengan zoologi dan botani, karena ruang lingkup mikrobia mencakup berbagai macam mikrobia dan aspek-aspek biologi, di antaranya fisiologi mikrobia, ekologi mikrobia, sistematika mikrobia, dan mikrobiologi lingkungan. Dalam dunia medis, mikrobiologi merupakan penyimpangan dari keadaan normal yang terjadi dalam struktur atau fungsi tubuh, serta timbulnya perubahan berupa adanya gejala di dalam tubuh.

Berdasarkan jalur kompleks 2 faktor, patogen (sebagai virus) dan manusia (yang dikenai virus) akan menghasilkan penyakit flu. Sementara itu,  berdasarkan jalur kompleks 3 faktor, patogen (protozoa), Vektor (nyamuk), dan manusia (yang dikenai), akan menyebabkan penyakit malaria. Jika berdasarkan jalur kompleks 4 faktor, patogen (bakteri), perantara (tikus), vektor (kutu tikus), dan manusia (yang dikenai), akan mengalami penyakit tipes.

Masuknya penyakit menular ke dalam tubuh dapat terjadi dalam 3 tahapan, yaitu:
  1. Masuknya penyebab (mikroba) yang dapat menginfeksi tubuh melalui oral, air, bahan makanan, atau pun cara-cara lain.
  2. Pertumbuhan penyebab di dalam jaringan inang.
  3. Timbulnya gangguan atau pun kerusakan pada tubuh inang oleh jasad penyebab:
  • kerusakan secara langsung karena jaringan inang digunakan sebagai habitat pertumbuhan jasad penyebab.
  • Kerusakan secara tidak langsung karena jasad penyebab dapat menghasilkan senyawa beracun atau pun senyawa-senyawa perusak lainnya.

Merupakan Bibit Penyakit

Secara sederhana mikrobiologi adalah konsep tentang penyakit dan infeksi yang berasal dari mikroorganisme. Penemu organisme bernama Joseph Lister adalah orang pertama yang melakukan langkah pencegahan infeksi sesudah operasi pembedahan dengan menggunakan teknik aseptik. Lister menggunakan larutan fenol encer untuk menutup luka atau pun sebagai aerosol selama prosedur operasi pembedahan.

Mikroorganisme bagi Kehidupan Manusia

Mikroorganisme atau mikroba adalah organisme hidup yang berukuran sangat kecil dan hanya bisa diamati dengan bantuan mikroskop. Mikroorganisme ada yang tersusun dari satu sel (uniseluler) dan ada yang tersusun atas beberapa sel (multiseluler). Walaupun organisme uniseluler hanya tersusun atas satu sel, mikroorgnisme tersebut menunjukkan semua karakteristik organisme hidup, yaitu bermetabolisme, bereproduksi, berdiferensiasi, melakukan komunikasi, melakukan pergerakan, dan berevolusi.

Organisme yang termasuk ke dalam golongan mikroorganisme adalah bakteri, archaea, fungi, protozoa, alga mikroskopis, dan virus. Bakteri, virus, dan archaea termasuk ke dalam golongan prokariot, sedangkan fungi, protozoa, dan alga mikroskopis termasuk ke dalam golongan eukariot.

Mikroorganisme terdapat di mana-mana. Interaksinya bersama mikroorganisme atau dengan organisme lain dapat berlangsung dengan cara aman dan menguntungkan, maupun merugikan. Mikroorganisme juga sering diasosiasikan dengan penyakit-penyakit infeksi atau pembusukan makanan. Namun, mayoritas mikroorganisme justru memberikan kontribusi bagi keseimbangan ekosistem lingkungan hidup, khususnya bagi kesejahteraan umat manusia.

Sebagian kecil mikroorganisme bersifat patogen. Mikroorganisme alami yang hidup di dalam tubuh manusia disebut mikroorganisme normal atau flora normal. Meskipun flora normal ini tidak patogen, dalam keadaan tertentu, ia bisa menjadi patogen dan menimbulkan penyakit infeksi.

Pengamatan Mikroorganisme

Mikroorganisme hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroskop kemungkinan suatu objek kecil dapat dilihat melalui peningkatan resolusi dan kontras. Resolusi atau budaya pisah adalah kemampuan sistem lensa mikroskop untuk memisahkan dua titik yang berdekatan dengan spesimen atau objek.

Sumber : https://www.halodoc.com

Senin, 23 Maret 2020

 
 
 
Inkubator adalah dioperasikan perangkat untuk mengontrol kondisi lingkungan seperti suhu dan klembapan. Laboratorium Inkubator sering digunakan untuk mempelajari pertumbuhan bakteri, atau memberikan lingkungan yang sesuai untuk kondisi reaksi biologis atau bakteri berkembang biak kimia.Ketika kita tanpa menggunakan inkubator laboratorium, bakteri tidak dapat tumbuh.

Penyebab bakteri tidak dapat tumbuh karena suhu dan kelembaban yang diperlukan untuk pertumbuhan bakteri karena tidak bias diperlukan dicapai.Oleh inkubator laboratorium di Biologi.Inkubator laboratorium yang sering digunakan dalam biologi adalah jenis pemanas inkubator Laboartroium (pemanasan).

Inkubator Binder BD 115 adalah inkubator sering digunakan di laboratorium biologi. Inkubator Binder BD 115 memiliki kapasitas 150 ruang liter inkubasi, sangat mudah untuk melakukan penelitian dengan sampel bakteri yang banyak. Inkubator Binder BD 115 memiliki kisaran suhu 5 ° C - 100 ° C konveksi dan memiliki port USB untuk merekam data.

Selain itu ada juga tanda Memmert Binder, Memmert Inkubtaor yaitu 30 dengan kisaran suhu antara 10 ° C - 80 ° C menggunakan Circulator teknologi udara dipaksa mempertahankan suhu Memmert Inkubator stabil.Dengan kapasitas 32 liter dapat digunakan untuk penelitian di laboratorium dengan skala ukuran kecil.
 
 
Berikut ada daftar inkubator lab berkualitas yang Kami jual :
 
 
 
 
Sekian dari artikel diatas, jika Anda memerlukan inkubator laboratorium dan alat laboratorium lainnya silahkan hubungi kami disini.
  • Office : Jl.Radin Inten II No.61A Duren Sawit Jakarta Timur
  • Telp : 021-8690-6782
  • Fax : 021-8690-6781
  • Phone : 0816-1740-8900
  • Email : sales@anm.co.id

ANM

Klik Disini ↓ Chat Langsung

Klik Disini ↓ Chat Langsung
0816-1740-8900

Kontak


-
Jl. Radin Inten II No. 61A Duren Sawit - Jakarta Timur 13440

-
0816-1740-8900

-
sales@alatlabor.com

-
sales@anm.co.id

-
http://www.alatlabor.com

Signature

Presented By PT. Anugrah Niaga Mandiri

Popular Posts

Blog Archive